Kamis, 05 Januari 2012

LKTI PLN 2011


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Ketersediaan energi yang cukup menjadi syarat mutlak bagi perkembangan sebuah negara. Tanpa adanya pasokan energi yang memadai tentunya dapat membuat terhambatnya proses pembangunan suatu negara. Dalam sebuah kegiatan perekonomian, energi mempunyai porsi yang sangat penting, bahkan keberadaannya akan mempengaruhi keberadaan sebuah perusahaan. Jika kita kerucutkan lagi, maka pasokan listrik menjadi satu komponen yang mesti tersedia dengan baik. Berdasarkan laporan World Bank, akibat adanya pemadaman listrik di Indonesia setiap perusahaan bisa mengalami kerugian sebesar Rp 1.6 Triliun per tahunnya. Indonesia dikenal sebagai negara yang masih kesulitan dalam menyediakan pasokan listrik yang memadai. Ini terlihat dari begitu seringnya terjadi pemadaman listrik di Indonesia. Hal ini sepertinya telah menjadi sebuah kebiasaan buruk yang akan selalu terjadi. Tidak meratanya pasokan listrik juga menjadi masalah yang sepertinya tidak pernah bisa terselesaikan. Listrik di Pulau Jawa dan Bali mungkin bisa dikatakan “cukup”. Namun jika kita melihat pulau-pulau lainnya, maka kondisinya begitu memprihatinkan.
Hal ini bisa dimaklumi mengingat selama belasan tahun terakhir rasio kelistrikan (electrification ratio) kita masih sebesar 64,3%. Bandingkan dengan Vietnam yang sudah 79 persen, Filipina 80 persen, Thailand 84 persen, dan China 99 persen. Diantara 12 negara sekawasan, Indonesia berada pada peringkat 11. Meskipun demikian masalah kelistrikan seharusnya tidak menjadi suatu persoalan yang begitu menganggu di Indonesia. Konsumsi listrik di Indonesia masih jauh dibandingkan negara-negara lainnya. Konsumsi listrik kita hanya 400Kwh, bandingkan dengan Filipina 500Kwh, Thailand 1.500Kwh, dan Malaysia 2.700Kwh (Faisal Basri, 2008).
Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia, Khususnya wilayah Sulselrabar menjadi permasalahan yang paling klasik terjadi. Padahal wilayah Sulselrabar meruapakan daerah yang sangat potensial untuk dilakukan pembangunan, mengingat potensi alam di wilayah ini sangat besar. Misalnya, munculnya wilayah-wilayah tambang di wilayah Sulawesi tengah dan Sulawesi Tenggara, yang tentunya akan berimbas pada pembangunan sarana dan prasarana produksi di daerah-daerah. Hal ini tentunya akan berjalan ketika dukungan listrik pun sesuai dengan kebutuhan dalam kegiatan tersebut. Dari hal tersebut pula, tentunya timbul pertanyaan bagi kita, apa yang salah dengan sistem kelistrikan di Indonesia khususnya di wilayah Sulselrabar, kita mungkin sudah lelah untuk mengkritik PLN dengan segala kekurangannya. Namun, hendaknya kita juga mencoba untuk memikirkan apa solusi bagi permasalahan ini. Berdasarkan uraian di atas, maka penulis tertarik mengangkat suatu karya tulis ilmiah tentang “Solusi Konkrit Terkait Ketenagalistrikan di Sulselrabar”.
B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang dipaparkan di atas maka rumusan masalah dalam karya tulis ini adalah apa saja solusi konkrit terkait ketenagalistrikan di Sulselrabar?

C.    Gagasan Kreatif
Menurut penulis di dalam karya tulis ini, salah satu nilai plus yang menjadi gagasan kreatif adalah karya tulis ini mencoba memberikan sumbangan pemikiran berupa solusi konkrit terkait ketenagalistrikan di Sulselrabar.

D.    Tujuan Penulisan
Tujuan yang hendak dicapai dalam penulisan karya tulis ini adalah untuk memberikan solusi konkrit terkait ketenagalistrikan di Sulselrabar.




E.     Manfaat Penulisan
Manfaat yang diharapkan dari penulisan karya tulis ini adalah sebagai bahan masukan bagi pemerintah daerah di Sulselrabar dalam upaya memecahkan permasalahan ketenagalistrikan di Sulselrabar.




























BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A.    Solusi
Menurut arti kata.com solusi adalah penyelesaian; pemecahan (masalah dan sebagainya); jalan keluar: -- persoalan pembangunan desa akan segera diseminarkan. Solusi adalah proses pembelajaran di mana kita berusaha untuk memperbaiki diri dari praktek yang kita lakukan sehari-hari. Definisi solusi adalah cara pemecahan / penyelesaian masalah tanpa tekanan.  Seperti saat kita melakukan dgn metode ilmiah, kita merumuskan masalah dan membuat hipotesis, kesimpulan itu adalah solusinya, tanpa tekanan artinya kita menuruti kaidah kaidah yang ada dan bukan dari argumen kita sendiri, sebab sekalipun argumen kita dipaksakan kalau yang terjadi tidak sesuai argumen kita tetap akan terjadi seperti yang tidak diargumenkan oleh kita tersebut.

B.     Ketenagalistrikan

Menurut arti kata.com, listrik adalah daya atau kekuatan yang ditimbulkan oleh adanya pergesekan atau melalui proses kimia, dapat digunakan untuk menghasilkan panas atau cahaya, atau untuk menjalankan mesin;
-- udara gejala kelistrikan yang timbul di dalam atmosfer termasuk kilat atau petir;
ber·lis·trik v mempunyai listrik; ada listriknya: rumah itu belum ~;
per·lis·trik·an n perihal berlistrik atau melengkapi dengan arus listrik: ~ desa itu dilakukan dl dua tahap; ke·lis·trik·an n perihal listrik; gejala alam yng timbul dari polaritas dua garis elementer, yakni proton yang bermuatan positif dan elektron yang bermuatan negatif





BAB III
METODE PENULISAN

Metode penulisan yang digunakan dalam penyusunan makalah ini ialah studi pustaka. Data diperoleh dari berita-berita dari media massa dan elektronik, jurnal-jurnal dan buku-buku yang relevan. Data tersebut kemudian diolah dan dianalisis serta dikaitkan dengan kenyataan yang ada saat ini di Indonesia.


BAB IV
PEMBAHASAN


A.    Permasalahan Terkait Ketenagalistrikan di Sulselrabar
Beberapa waktu lalu, gangguan pasokan listrik kembali melanda sistem kelistrikan Sulselrabar. Hal ini tentunya sangat mengurangi kenyamanan masyarakat Sulselrabar, bahkan mengganggu berbagai aktifitas penting di wilayah tersebut. Karenanya, gangguan listrik adalah musuh kita semua, dan harus tanggulangi bersama. Betapa tidak, listrik kini telah menjadi kebutuhan semua orang, di mana saja dan kapan saja. Untuk memenuhi kebutuhan bersama, gangguan listrik harus ditangani bersama pula. Dengan kata lain, untuk mengatasi gangguan listrik bukan hanya tugas dan tanggung jawab pihak PLN semata, melainkan juga tugas dan tanggung jawab semua pelanggan, tanpa kecuali. Namun, tentu dalam peran yang berbeda. PLN menyediakan dan mengelola, pelanggan ikut menjaga dan berhemat!
Sebagai upaya antisipasi dari keberhasilan PLN memberantas daftar tunggu di medio tahun ini, PLN terus mendatangkan tambahan daya listrik baru, baik dari pembangunan maupun sewa. Termasuk relokasi pembangkit dan percepatan pemeliharaan pembangkit menjadi 24 jam Non-Stop. Untuk mengatasi kemarau, PLN bekerja sama dengan BPPT dalam penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca (hujan buatan). Gangguan adalah suatu turning point! Ke arah yang lebih baik (for better), atau sebaliknya membawa permasalahan ke arah yang lebih buruk (for worse). Artinya, dalam gangguan selalu ada dua isu yang bertolak belakang, yaitu peluang dan ancaman.
Untuk mendapatkan peluang sekaligus menghalau ancaman, gangguan harus ditangani dengan sebaik-baiknya. Pertanyaannya, bagaimana cara mengatasi gangguan tersebut? Salah satu cara terbaik adalah menjadikan gangguan sebagai musuh bersama. Selanjutnya melawan bersama! Berdasarkan identifikasi dan analisis terhadap gangguan listrik, tanpa mengabaikan hal lainnya, terdapat dua hal yang harus dijadikan musuh bersama. Yaitu, pemadaman bergilir dan mafia listrik. Jika ditelusuri lebih dalam lagi, sumber energi listrik Indonesia, khususnya di Wilayah Sulselrabar hampir setengahnya dipasok oleh batu bara, diikuti oleh gas, BBM, dan energi lainnya. Berdasarkan komposisi tersebut kita bisa menyimpulkan bahwa biaya penyediaan listrik kita masih kurang efisien.

B.     Solusi Konkrit Ketenagalistrikan di Sulselrabar
Dari uraian permasalahan listrik di atas, maka cara untuk mengatasinya tentulah tidak semudah membalikan telapak tangan. Namun dengan, komitmen menjadikan gangguan listrik sebagai musuh bersama, ”ringan sama dijinjing, berat sama dipikul”, semua masalah pasti dapat diselesaikan, tentu dengan dukungan semua stakeholders. Dengan kata lain semua pihak bersama-sama mengatasi gangguan listrik. Untuk membuktikan pemadaman bergilir adalah musuh bersama, praktiknya jelas. Lakukan 3 hal mudah: Gunakan alat listrik yang hemat energi, Padamkan alat listrik yang tidak digunakan (minimal 50 watt), Hindari penggunaan di Waktu Beban Puncak (pk. 17.00 – 22.00). Utamanya alat listrik berdaya besar; setrika, AC, ricecooker, pompa air, dan lain-lain.
Selain hemat listrik, yang juga perlu dilakukan adalah mendukung PLN memberantas mafia listrik tanpa pandang bulu, terkhusus kepada pencurian listrik yang dapat mengakibatkan tidak terkontrolnya beban yang pada akhirnya mengganggu pasokan listrik bagi kita semua!  Caranya dengan melaporkan dan menunjukkan mafia listrik. Bukan sebaliknya, mendukung mafia secara sembunyi-sembunyi.
Berikut beberapa hal kecil yang dapat dilakukan untuk meminimalisir terjadinya pemadaman bergilir.
TIPS Hemat Listrik:
- Gunakan alat listrik yang hemat energi,
o Teknologi dengan Watt kecil (LHE/LED)
- Padamkan alat listrik yang tidak digunakan
o Atur Brighness & Contrass
o Pompa air gunakan tendon
o Pintu Lemari Es jangan terbuka
o Mencuci + setrika tunggu sesuai kapasitas (jangan sedikit-sedikit)
o Matikan AC 1 jam sebelumnya karena dingin masih ada,
o Lepas charger, dll dari stop kontak
o Untuk waktu lama, OFF lebih baik dari posisi Standby
- Hindari penggunaan di Waktu Beban Puncak (pk. 17 – 22)
o Utamanya alat listrik berdaya besar; setrika, AC, ricecooker, pompa air, dll gunakan sebelum jam 17.00 atau nanti setelah pk 22.00.














BAB V
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Berdasarkan uraian pembahasan di atas, maka yang menjadi simpulan penulis terkait permasalahan ketenagalistrikan di Sulselrabar adalah PLN melakukan penyediaan dan pengelolaan listrik serta masyarakat Sulselrabar lakukan penghematan dalam penggunaan listrik untuk membantu PLN dalam menyelesaikan permasalahan ketenagalistrikan, misalnya kurangi penggunaan listrik pada waktu beban puncak pada pukul 17.00-22.00, serta mengawasi pelaku pencurian listrik yang turut mengganggu pasokan listrik di Sulselrabar.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar