Kamis, 26 Januari 2012

bicara tentang tuyul (botak)

Cara Melihat Tuyul


Fenomena Tuyul

Saat ini tuyul beredar diberbagai media. Setelah kehebohan video tuyul di Bogor, tuyul di Lampung, tuyul di Jawa Timur dan masih banyak tuyul-tuyul lainnya yang konon dapat terekam kamera sehingga tuyul dapat terlihat oleh siapapun dan menjadi tontonan yang menyesatkan. Lebih aneh lagi berbagai media di Indonesia yang membesar-besarkan berita sesat ini, padahal seharusnya media di Indonesia digunakan untuk memberikan informasi yang berguna dan tidak menjerumuskan masyarakat ke dalam kebodohan.

Tuyul hanyalah makhluk khayalan yang diciptakan oleh orang-orang yang tidak lagi memiliki rasionalitas dalam berpikir. Mereka yang ingin kaya mendadak, dan tidak mau bekerja keras dan tidak mau bekerja cerdas melamun dengan membayangkan ada sesosok makhluk yang dapat menghasilkan uang. Tentu saja mereka dapat kaya raya dalam sekejap, tapi itu hanya dalam lamunan, karena setelah semua lamunannya selesai, kekayaannya akan lenyap.

Tuyul juga merupakan tokoh khayalan bagi orang-orang yang iri dengan tetangganya yang sukses. Rasa iri ini kemudian menjadikan orang tersebut untuk mencari cara untuk menjatuhkan si Kaya. Akhirnya timbullah tokoh tuyul yang dia gunakan untuk menjatuhkan citra, martabat dan nama baik si Kaya dengan mengatakan kekayaan yang dimiliki oleh orang tersebut berasal dari tuyul. Hmmm...

Beternak tuyul

Saya pernah membaca dan melihat iklan ada paranormal yang menjual tuyul. Anehnya lagi banyak juga media yang mau dipasangi iklan-iklan kotor semacam ini. Saya jadi berpikir, jangan-jangan ada orang/lembaga/negara yang 'membiayai' paranormal tersebut untuk tetap 'beternak tuyul' dan 'berjualan tuyul' untuk menjerumuskan masyarakat Indonesia ke jurang kebodohan. Sebagai orang yang beragama kita memang harus percaya bahwa alam ghaib itu ada, tapi tuyul bukanlah makhluk ghaib, tapi salah satu tokoh fiksi dalam sebuah sinetron.

Cara melihat tuyul

Pernah saya bercanda dengan seorang teman dengan mengatakan bahwa saya dapat melihat tuyul. Teman saya tersebut penasaran sekali dengan candaan saya itu, padahal saya hanya bercanda. Akhirnya esoknya dia meminta saya untuk mengajarinya cara melihat tuyul. Timbul rasa iseng saya untuk memberikan pelajaran berharga pada teman saya itu. Saya memintanya untuk menyiapkan korek api, piring, lampu minyak, dan sebuah cermin. Dengan cepat teman saya tersebut dapat menyiapkan semua peralatan tersebut. Saya berpura-pura mencari tempat yang banyak tuyulnya, padahal yang saya lakukan adalah menyalakan lampu minyak dan piringnya saya putar-putar di lampu minyak yang menyala tersebut sampai piring bagian bawah berwarna hitam karena penuh dengan jelaga / langes.

Setelah semua selesai saya memanggil teman saya itu untuk bersiap-siap melihat tuyul. Saya memintanya untuk memejamkan mata. Lalu saya berikan piring yang penuh dengan jelaga tersebut. Selama saya membaca mantra, saya meminta teman saya untuk memegang bagian bawah piring dan memutar-mutar piring tersebut sampai saya bilang 'basuh' maka dia harus berhenti membesut piring dengan tangannya lalu mengusapkan telapak tangannya ke mukanya. Demikian dilakukan berulang-ulang.

Tentu saja saya melakukannya ditempat yang gelap, sehingga teman saya tidak melihat hitamnya bagian bawah piring yang sudah dipenuhi jelaga tersebut. Setelah tujuh kali membasuh mukanya dengan jelaga, saya meminta teman saya untuk membawa cermin yang sudah disiapkan, kemudian pergi ke tempat terang, maka tuyulnya ada di dalam cermin tersebut. Betapa kaget teman saya itu melihat sesosok dengan muka yang hitam pekat, semula dia mengira itu tuyul, padahal itu adalah wajahnya sendiri yang dia corengi sendiri dengan jelaga. Saya tersenyum, tapi akhirnya teman saya itu dapat mengambil 'hikmah positif' dari candaan saya itu.

Ribut-ribut soal penampakan tuyul yang terekam hape dan ditayangkan di televisi mengingatkan saya akan kuliah dulu. Nama mata kuliahnya Etnografi Kejahatan Di Indonesia, yang turut membahas soal tuyul itu (keren abies yah kuliahnya!).
Anyway, salah satu bahasannya adalah gambaran fenomena tuyul ini di tengah masyarakat Indonesia. Jadi menurut sejumlah penelitian ada hal-hal tertentu yang dipercayai oleh masyarakat. Diantaranya:
1.Fisik tuyul itu gak lucu.
Lupakan deh soal penampilan lucu Oni di tuyul dan mbak yul atau Ateng di film tuyulnya dulu. Karena untuk masyarakat paranormal yang benar-benar percaya tuyul yakin bahwa iblis kecil itu jauh dari gambaran film. Penampilannya pendek, berbulu hitam dan sedikit berlendir dengan gigi yang agak runcing (mirip sama simpanse yang ileran mungkin).
2. Tuyul itu menyusui
Mungkin saja tuyul ini berjenis mamalia jadi dia menyusui. Apa yang diminum? Jadi menurut kepercayaan setiap yang memelihara tuyul harus merelakan istrinya (atau dirinya kalau yang melihara cewek) untuk menyusui si tuyul tiap pagi. Buat para istri silahkan bayangkan menyusui sesuatu yang bergigi runcing.
3. Rumah pemelihara tuyul biasanya banyak warna.
Siap-siap mengganti warna rumah buat yang suka cat warna-warni. KArena katanya rumah pemelihara tuyul itu warnanya warna-warni. Tuyulnya gaul kali jadi seneng warna nge-jreng.
4. Pemelihara tuyul sering menaruh tangannya dibelakang ketika jalan.
Lupakan bergaya cool dengan menaruh tangan di punggung  sewaktu berjalan. Karena katanya ini cirri orang yang sedang mengajak tuyulnya berjalan-jalan (emangnya anjing peliharaan yah yang perlu diajak jalan?).
5. Tuyul itu paling jago menghilang
Okay, no wonder khan mereka suka dipakai mencuri. Karena konon katanya diantara kelompok dedemit dan kawan-kawannya dia ini paling jago ngilang. Beda dengan kuntil anak yang suka gelayutan di pohon sambil ketawa-ketiwi.Atau pocong yang suka loncat sana-sini. Tuyul ini jago menyamarkan diri dan sangat sulit dilihat. Jadi kalau sampai kerekam di hape dan tayang di televise sepertinya tuh tuyul udah dipecat dari peredaran.
6. Ada yang namanya pasar tuyul
Dimana cari tuyul? Apa musti bertapa? Puasa? Ternyata gak perlu, karena di sejumlah daerah di Indonesia sudah ada yang namanya pasar tuyul (jangan-jangan ada franchise-nya). Harga tuyulnya bervariasi sesuai dengan kemampuan mencurinya setiap hari.Kalo gak salah harganya sepuluh kali lipat kemampuan mencurinya setiap hari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar