Senin, 10 Januari 2011

Budaya Suku Tolaki

Sekilas Cerita Tentang Suku Tolaki

Suku Tolaki adalah sebuah komunitas masyarakat yang mendiami pulau Sulawesi di sebelah Tenggara persisnya di kota Kendari serta Konawe. Bila ditilik dari garis ras atau keturunan, suku ini diduga datang dari daerah Yunan bagian Selatan, namun sudah bisa menyesuaikan diri dengan kehidupan masyarakat setempat.

Kebanyakan dari mereka punya profesi sebagai petani yang rajin dalam bekerja. Selain itu mereka juga punya semangat gotong royong yang tinggi. Sementara itu, Tolaki adalah sebuah kata yang mengandung arti jantan. Sedangkan orang suku Tolaki menyebut dirinya Tolohianga yang maksudnya adalah orang yang datang dari langit.



Pada jaman dahulu suku Tolaki yang merupakan bagian dari Konawe, sebuah kerajaan yang berada di wilayah Unaaha menetapkan suatu aturan yang dinamakan Siwole Mbatohu. Ini diperkirakan terjadi pada sekitar tahun 1602 sampai dengan 1666 masehi.

Untuk kehidupan bermasyarakatnya, Suku Tolaki mempunyai simbol budaya yang membuat mereka bisa bersatu padu untuk mengatasi berbagai macam persoalan yang muncul. Simbol ini dinamakan Kalo Sara yang dimunculkan dengan tujuan untuk menciptakan masyarakat yang berbudi luhur dan mau menjaga kententraman dan kesejahteraan secara bersama-sama dan bisa bergaul secara akrab dengan anggota masyarakat yang lain.

Dalam hubungan antar anggota masyarakat ini, terdapat unsur-unsur yang mengandung nilai filsafat tinggi. Mereka menjadikannya sebagai tongkat pegangan untuk menjalani kehidupan sehari-hari.

Adapun jenis dari budaya hasil karya atau cipta yang punya nilai sosial sangat tinggi ini antara lain:

1. O’sara

Yaitu mengajarkan kepada setiap anggota Suku Tolaki untuk selalu mentaati segala keputusan yang dikeluarkan oleh adat dengan tujuan untuk mengajak masyarakat agar mau menciptakan rasa damai dan cinta di kehidupan mereka. Terutama ketika sedang bermasalah atau punya sengketa dengan anggota masyarakat yang lain.

2. Kohanu

Atau sering juga disebut dengan budaya malu. Merupakan sistem pertahanan moral bagi diri sendiri. Misalnya ada orang yang dikatakan malas bekerja. Maka selanjutnya mereka menerapkan budaya kohanu ini dengan cara lebih tekun dan rajin dalam bekerja, sehingga sebutan sebagai pemalas akan hilang dari dirinya, berganti dengan sebutan pekerja keras yang rajin dan tekun.

Secara tidak langsung budaya ini mengajak setiap orang untuk selalu memaksimalkan tenaga maupun pikiran yang dimilikinya untuk memajukan dia sendiri atau anggota suku yang lain.

3. Merau

Yaitu budaya yang mengajak orang untuk selalu mengedepankan sikap sopan dan santun dalam pergaulan. Juga mau memberikan rasa hormat bagi sesama anggota suku Tolaki maupun orang lain.

4. Samaturu

Merupakan salah satu budaya yang mengutamakan hidup untuk selalu menjalin persatuan, suka menolong orang lain yang sedang membutuhkan pertolongan dengan senang hati. Ini juga merupakan wujud dari gotong royong yang menjadi pandangan hidup utama dari Suku Tolaki.

5. Taa Ehe Tinua-Tuay

Merupakan ajakan untuk selalu merasa bangga karena menjadi bagian dari masyarakat suku Tolaki. Sesungguhnya budaya ini menjadi bagian dari Kohanu. Namun karena adanya suatu perbedaan yang bersifat mengutamakan kemandirian maka budaya yang satu ini selanjutnya dipisah menjadi budaya sendir

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar